Ketika Idul Fitri kemarin saya berkunjung ke kota Bukittinggi untuk mengunjungi Benteng Fort de Kock. Ini kali kedua kunjungan saya ke benteng ini. Tidak ada yang special dari bangunan benteng Fort de Kock ini, namun karena kontur tanah yang berbukit dan licin, benteng ini cukup sulit dilewati pada masa itu. Di sekeliling benteng terdapat beberapa meriam yang dipasang untuk menjaga benteng ini. Ini kali kedua kunjungan saya ke benteng ini, cukup jauh dari bayangan di benak saya ketika pertama kali datang akan benteng-benteng besar dan megah seperti dalam film perang Yunani atau Romawi kuno. Namun sampai sekarang benteng ini masih ramai dikunjungi dan menjadi kunjungan wajib bagi turis yang datang ke kota Bukittingi.
Benteng ini didirikan oleh Kapten bauer tahun 1825 sebagai kubu pertahanan pemerintah Hindia Belanda dalam menghadapi perlawanan dalam Perang Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol. Ketika itu Baron Hendrick Markus de Kock menjadi Komandan de Roepoen dan Wakil Gubernur Jenderal Pemerintah Hindia Belanda. Oleh karena itu lokasi ini diberi nama Benteng Fort de Kock.
Di dekat benteng ini sebenarnya masih ada satu tempat lagi yang wajib dikunjungi yaitu Ngarai Sianok, tempat tersebut berupa sebuah ngarai yang terjal dan di sekitarnya terdapat banyak gua-gua yang dibuat semasa pendudukan Jepang dahulu, namun saya tidak sempat mengunjungi karena hari sudah malam. Mudah-mudahan di lain waktu saya akan sempat mengunjungi objek wisata yang satu ini.
Sumber:wordpress.com/2007/12/31/benteng-fort-de-kock/
Entri Populer
-
Abana Abana adalah tonik jantung yang melindungi jantung, penjaga terhadap masalah sirkulasi dan bangsal dari ketakutan dan kecemasan, yang ...
-
Apa yang membuat wanita tergila-gila pada seorang pria ? Beberapa wanita akan menjawab :'Karena tubuhnya yang begitu proporsional sehing...